Jumat, 15 April 2011

SEPULUH NEGARA TERMISKIN DI DUNIA

Daftar 10 Negara Termiskin di Dunia 2010

Semasa sekolah dulu, di mata pelajaran ekonomi, kita pernah diajarkan mengenai konsep pendapatan nasional. Definisi pendapatan nasional ialah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Dengan menghitung pendapatan nasional kita dapat mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
Menurut data-data yang saya dapat dari CIA World Factbook, berikut ini boleh dikatakan 10 negara termiskin di dunia 2010 jika pendapatan nasional negara tersebut diukur berdasarkan konsepGross Domestic Product (GDP) per kapita. Berikut daftarnya :

10. Mozambik – $900 (GDP per kapita)


Republik Mozambik adalah sebuah negara di Afrika bagian selatan yang berbatasan dengan Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Malawi, Zambia dan Zimbabwe. Mozambik merupakan anggota Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis dan Persemakmuran. Ibu kota sekaligus kota terbesarnya ialah Maputo yang terletak di penghujung bagian selatan.

Three men carry a slaughtered goat away from the river bed of the Zambezi. On the left, wrecks of army trucks. Photography by Ernst Schade (http://www.flickr.com/photos/ernstschade/)

Menurut data IMF, antara tahun 1994-2006, rata-rata pertumbuhan GDP tahunan negara ini sekitar 8%. Walaupun demikian, Mozambik tetap menjadi salah salah satu negara termiskin dan paling terbelakang di dunia. Kondisi perekonomian negara ini semakin diperparah dengan berabagai macam problematika hidup penduduknya seperti pecahnya perang saudara hingga gizi buruk yang banyak menimpa anak-anak.

9. Afghanistan - $800 (GDP per kapita)


Afghanistan ialah sebuah negara yang relatif miskin, sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau panjang merupakan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah.

Kabul, Afghanistan
Kabul, Afghanistan.

Lebih dari 70% penduduknya hidup dengan kurang dari $2/harinya. Perekonomian Afghanistan yang porak-poranda oleh perang tetap bergantung pada poppy. Negara ini ialah penghasil opium (karet kering yang disarikan dari sari biji poppy) terkemuka di dunia. Opium merupakan bahan dasar pembuatan heroin.

Inside the Red Cross hospital in Kabul children wake up from the nightmare of stepping on landmines while trying to bring home food for their mothers, brothers and sisters. Copyright: Nick Rain (http://www.flickr.com/photos/nickrainimages/)

8. Republik Afrika Tengah – $700 (GDP per kapita)


Di negara yang beribu kota di Bangui ini kesejahteraan penduduk sepenuhnya bergantung pada bantuan luar negeri dan berbagai organisasi nirlaba. Seperti kebanyakan negara-negara miskin lainnya, masalah gizi buruk dan kelaparan ialah salah satu persoalan yang dihadapi.

Banyaknya pemilik lahan yang menjual hasil panennya ke luar negeri menjadi salah satu faktor mengapa negara ini kekurangan pangan. Di tahun 2006, ketika terjadi pemberontakan hebat di negeri ini, sekitar 5000 orang mati kelaparan.

Rebel in Central African Republic. (http://www.flickr.com/photos/hdptcar)

7. Eritrea – $700 (GDP per kapita)


Lokasi Eritrea memberinya keuntungan mengendalikan rute laut melalui Terusan Suez. Inilah sebabnya mengapa Italia mendirikan koloninya hanya setahun setelah pembukaan kanal pada tahun 1869 dan mengapa Inggris menaklukkannya pada tahun 1941. Eritrea ialah negara yang dituduh oleh Amerika Serikat karena diduga memiliki hubungan dengan teroris. Pada tahun 2009 Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menuduh Eritrea memasok senjata kepada kelompok militan al-Shabab Somalia yang diyakini memiliki hubungan dengan Al Qaeda.

Dalam sejarah diketahui bahwa Firaun Mesir banyak mendatangkan gajah dari negara ini sebagai salah satu unit perangnya. Namun akhir-akhir ini populasi gajah hampir punah. Selama 1955 dan 2001 tidak ada gajah-gajah yang terlihat. Diyakini hewan tersebut hampir punah karena menjadi salah satu korban perang yang sedang berlangsung di Eritrea. Sebagai tambahan informasi, di negara ini hanya memiliki 824 sekolah dan 2 universitas.

Girl collecting silt on the outermarches of the river Cacheu. Photography by Ernst Schade (http://www.flickr.com/photos/ernstschade)

6. Niger – $700 (GDP per kapita)


Di negara yang beribu kota di Niamey ini lebih dari 80% lanskapnya tertutup oleh luasnya gurun sahara. Sementara di sekitar sungai Niger, savana banyak dijumpai. Lebih dari 5000 tahun yang lalu lahan tersebut sebenarnya ditutupi dengan padang rumput subur. Namun perubahan telah terjadi di 2000 tahun terakhir.

Luas negara ini dua kali ukuran Prancis, namun dari 10.000 km panjang jalan raya yang dimiliki, kurang dari 800 km yang diaspal. Semua jalan beraspal berada di dalam kota. Tidak ada jalan beraspal yang menghubungkan kota satu sama lain. Niger adalah eksportir terbesar uranium. Sama seperti negara-negara miskin lainnya, hanya sekitar 1 dari 4 orang yang pernah bersekolah. Alutsista Niger juga sangat minim, dimana negara ini hanya memiliki sekitar 12.000 tentara dan 4 pesawat terbang!

Truck in niger with illegal emmigrants. (http://www.flickr.com/photos/claudebarutel/)

5. Guinea-Bissau – $600 (GDP per kapita)


Sebagai salah satu negara dengan GDP per kapita terendah, lebih dari dua-pertiga dari penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Perekonomian terutama bergantung pada pertanian, perikanan, kacang mete dan kacang tanah sebagai ekspor utama. Suatu periode panjang ketidakstabilan politik telah menyebabkan aktivitas ekonomi tertekan, memburuknya kondisi sosial, dan meningkatkan ketidakseimbangan makro-ekonomi.

Setelah beberapa tahun kemerosotan ekonomi dan ketidakstabilan politik, pada tahun 1997, Guinea-Bissau memasuki sistem moneter CFA Franc , yang menyebabkan stabilitas moneter internal. Perang sipil yang terjadi pada tahun 1998 dan 1999 dan kudeta militer pada bulan September 2003 kembali menggangu kegiatan ekonomi.

Mulai sekitar 2005, para pengedar narkoba yang berbasis di Amerika Latin mulai menggunakan Guinea-Bissau, bersama dengan beberapa negara tetangga Afrika Barat, sebagai titik transshipment ke Eropa untuk pengedaran kokain.

They now have to live in crowded tents and makeshift huts. (http://www.flickr.com/photos/unhcr/)

4. Somalia – $600 (GDP per kapita)


Tidak seperti kebanyakan negara Afrika lainnya, Somalia belum pernah secara resmi dijajah oleh negara manapun. Upaya Kerajaan Inggris untuk membangun koloni di sana berhasil dihalau. Sementara Somalia yang terletak di Afrika Timur itu memiliki hubungan dekat dengan dunia Arab karena sebagai salah satu anggota Liga Arab. Mungkin karena latar belakang Islam, Somalia memiliki salah satu tingkat penderita HIV dan infeksi AIDS terendah. Somalia menjalin persahabatan dengan Uni Soviet untuk membangun militer terbesar di Afrika. Namun sayangnya itu terbukti tidak efektif untuk menahan perang sipil yang pecah pada tahun 1991.

One man covering a world of conflict. (http://www.flickr.com/photos/hotzone)
Dalam beberapa tahun terakhir orang-orang miskin di Somalia telah menemukan cara baru untuk mendapatkan uang. Hal tersebut tak lain dengan cara pembajakan kapal internasional dan mengambil kru dan kargo sebagai sandera. Pembajakan di Somalia telah menjadi begitu umum. Ketika anak-anak muda tumbuh dewasa mereka ingin menjadi bajak laut karena di situlah uang berada. Perusahaan internasional diwajibkan membayar uang tebusan kepada bajak laut antara 1-20 juta dolar hanya untuk mendapatkan kapal kembali. Bahkan tebusan untuk sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak dapat senilai seratus juta dolar.

Sixteen million people in eastern Africa are in need of emergency food aid and the threat of starvation is severe, according to FAO’s latest report on the Food Supply Situation and Crop Prospects in sub-Saharan Africa. (http://flickr.com/photos/queenofrock/)

3. Liberia – $500 (GDP per kapita)


Liberia adalah salah satu dari sedikit negara di Afrika yang belum dijajah oleh bangsa Eropa. Sebaliknya, Liberia didirikan dan dijajah oleh para budak yang melarikan diri dari Amerika. Budak ini terdiri elite negara dan mereka mendirikan pemerintahan yang mirip dengan Amerika Serikat.

Pada tahun 1980 presiden Liberia digulingkan dan diikuti periode perang sipil. Setelah memakan korban ratusan ribu orang, Liberia berada dalam krisis ekonomi yang mendalam. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 90% dari penduduk hidup di bawah $ 1,25 /hari. Sebagai salah satu dari 3 negara termiskin di dunia, Liberia memiliki tingkat pengangguran mencapai 85%.

Street scene, Monrovia, Liberia. (http://www.flickr.com/photos/34587605@N03/)

2. Burundi – $300 (GDP per kapita)


Perang antar suku menjadi pemandangan yang selalu dapat dijumpai di sini. Burundi sangat miskin dikarenakan mereka tidak pernah benar-benar punya waktu untuk damai diantara perang sipil yang abadi. Korupsi, akses masyarakat miskin terhadap pendidikan, dan persentase yang tinggi dari HIV dan AIDS adalah semua hal yang dikenal mengenai Burundi.

Sekitar 80% dari penduduknya hidup dalam garis kemiskinan dan menurut Program Pangan Dunia 57% dari anak di bawah 5 tahun menderita kekurangan gizi kronis. 93% dari pendapatan Burundi berasal dari penjualan ekspor kopi. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di 178 negara, penduduk Burundi memiliki kepuasan hidup terendah di dunia dan hampir seluruhnya hidup bergantung pada bantuan asing.

A Batwa woman with her child in Mirombero Colline in the Burundian province of Bubanza, north of Bujumbura. (http://www.flickr.com/photos/un_photo/)

1. Republik Demokratik Kongo – $300 (GDP per kapita)


Negara ini dulunya dikenal dengan nama Zaire (diantara tahun 1971-1997). Negara yang menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa resminya ini kondisinya porak-poranda oleh perang. Perang Kongo kedua pecah pada tahun 1998. Perang yang melibatkan setidaknya 7 tentara negara asing ini adalah konflik paling mematikan di dunia sejak Perang Dunia II dimana telah menewaskan 5.400.000 orang. Di Afrika perang ini disebut sebagai Perang Dunia Afrika. Diperkirakan pada tahun 2010 setidaknya 45 000 orang di Kongo tewas setiap bulannya.

Running for cover in the rain at Kibati camp just North of Goma in the Democratic Republic of Congo (DRC). Fighting between rebels and government forces has escalated and has forced 250,000 people from their homes in eastern DRC. Kibati camp is only 20km from the closest pocket of fighting and has been shelled by the rebels within the last seven days. November 12, 2008. Photographs by Thomas Lay (http://www.flickr.com/photos/shelterboxuk/)

Kongo juga dikenal sebagai salah satu tempat terakhir di bumi yang memiliki suku kanibal. Seseorang dari suku Mbuti kerdil berkisah bahwa orang-orang mereka diburu dan dimakan seperti binatang oleh suku-suku tetangga. Memakan manusia adalah cara untuk bertahan hidup dalam kelaparan yang mempengaruhi sekitar 67% dari populasi. Kongo juga diyakini sebagai tempat terburuk di dunia untuk wanita, karena ia memiliki tingakat pemerkosaan paling tinggi dalam setahun. Warga setempat percaya bahwa “tidur” dengan seorang gadis perawan akan menyembuhkan AIDS.

Camp de Kahe, Kitchanga, Democratic Republic of Congo. (http://www.flickr.com/photos/unhcr/)

Demikianlah daftar 10 negara termiskin berdasarkan pengukuran GDP per kapita menurut CIA World Factbook. Saya tidak tahu pasti apakah hasil kalkulasi dan perangkingan diatas sama dengan data yang dirilis oleh IMF. Namun yang pasti, data dari CIA World Factbook diatas sangat layak untuk dijadikan referensi yang valid dan memiliki kredibilitas.

Oh ya, mungkin ada yang bertanya, di ranking berapakah posisi Indonesia dalam daftar tersebut?

Ternyata Indonesia nangkring di posisi 155 dari 227 negara yang terdaftar. Indonesia yang memiliki $4000 GDP per kapita masih berada jauh di bawah negara tetangga Singapura (rank 8 dengan $50.300), Malaysia (rank 77 dengan $14.800) dan Thailand diposisi 120. Namun posisi Indonesia masih sedikit lebih tinggi dibanding Filipina dan Vietnam. Entah, kita harus senang atau sedih melihatnya?(Dipta)

Sumber Data :
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/
http://en.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar